| |

Kembangkanlah Talentamu dan Jadilah Berkat

Dalam rangka menyegarkan kehidupan rohani para siswa maka SMA Kristen Petra 3 mengadakan kegiatan Kebaktian Kebangunan Rohani yang dilayankan oleh Pdt. Samuel Ismayanto, M.Div dari GKI Citraland Surabaya.

KKR

Pendeta Samuel ismayanto menceritakan pergumulannya tentang talenta yang ia miliki. Semakin ia memikirkan telenta yang ada semakin ia merasa memiliki banyak kekurangan. Ia bukanlah orang yang cukup percaya diri untuk berkomunikasi dengan orang-orang yang ada di sekitarnya. Ketika SMP Pendeta Samuel pernah menyukai teman sekelasnya, ia mencoba menelepon tetapi ia harus mempersiapkan diri dalam proses yang panjang untuk berkomunikasi. Ia mencoba untuk mencatat list pertanyaan apa saja yang hendak ia tenyakan kepada orang yang ia sukai tersebut. Tetapi ia tetap merasa tidak bisa berkomunikasi dengan baik. Lima menit setelah telepon ditutup tangannya masih terus berkeringat. Suatu hari pendeta Samuel tersadar bahwa betapa ia merasa tidak percaya diri. Tetapi Tuhan tetap mau memakainya untuk melayani dia. Dari peristiwa ini pendeta Samuel berrefleksi bahwa tidak harus terlebih dahulu menjadi sempurna untuk berbuat sesuatu. Tidak harus mempunyai talenta segudang baru mau berkarya

Hal pertama yang perlu dilakukan adalah, bersyukur, karena Tuhan telah memberikan kepada kita kesempatan untuk hidup, untuk mengajar, bagaimanapun kondisinya. Termasuk kondisi seperti sekarang ini yang mana semua serba online, atau ketika kita merasa banyak kekurangan, tetap kita perlu bersyukur kepada Tuhan tentang apa yang telah Ia berikan. Tidak semua hal yang kita jalani berjalan seharusnya, baru kita mau melakukan suatu tindakan. Kata seharusnya terkadang membuat kita merasa terpaksa dalam melakukan suatu tindakan. Firman Tuhan berkata apapun yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hati, bukan dengan seharusnya. Melakukan dengan segenap hati berarti melakukan sesuatu melampaui batas-batas yang seharusnya.

Beberapa waktu lalu, di Vietnam ada seorang anak yang selalu menjadi nomor 1 di sekolahnya, ia selalu mencapai hal yang tertinggi. Tetapi semua yang ia raih dan lakukan dilatarbelakangi tuntutan orang lain. Ia hidup karena tuntutan, dituntut untuk menjadi anak yang sempurna dan ia melakukan sebagaimana yang seharusnya dilakukan. sampai akhirnya anak tersebut tidak kuat lagi dengan hidup karena dituntut menjalani hidup yang seharusnya kemudian ia memberontak. Tidak semua hal dalam hidup kita dapat terjalin seharusnya. Kita perlu mengingat Yesus mati karena kasihnya yang besar, harusnya manusia yang menanggung dosanya sendiri. Tidak seharusnya Yesus mati dan disiksa serta menanggung dosa. Yesus mau melakukannya untuk Bapa di sorga. Dari situ kita belajar untuk melakukan semuanya seperti untuk Tuhan.  Kita tidak harus melakukan sesuatu dengan terpaksa, tetapi dengan penuh ucapan syukur. Kembangkanlah talentamu melampaui batas yang seharusnya dan jadilah berkat.

boost the values reap the success