| |

Ekspresi Diri dalam Balutan Literasi

WhatsApp Image 2021 11 26 at 8.34.56 AM

Bulan Oktober ditetapkan sebagai Bulan Bahasa dan Sastra Indonesia, dan bangsa Indonesia memperingatinya sebagai bulan bahasa setiap tahun. Alasan ditetapkannya bulan Oktober sebagai Bulan Bahasa dan Sastra Indonesia ini sebenarnya merujuk pada sejarah bangsa Indonesia. Sejarah mencatat pada tanggal 28 Oktober 1928 dikumandangkannya Sumpah Pemuda, dalam keputusan Kongres Pemuda II, di Jakarta. Salah satu isinya yaitu menyatakan bahwa bahasa Indonesia merupakan Bahasa Nasional sekaligus bahasa pemersatu bangsa. Oleh sebab itu, pada bulan Oktober diperingati sebagai Bulan Bahasa dan Hari Sumpah Pemuda.

Dalam bidang akademis sudah banyak kalangan sekolah yang menggelar kegiatan kebahasaan dan kesastraan di bulan Oktober. Sama halnya dengan SMA Kristen Petra 3, pada bulan Oktober tepatnya tanggal 28 Oktober 2021, memperingati hari sumpah pemuda dan bulan Bahasa. Acara diadakan sangat meriah dan berlangsung lancar. Meskipun pandemi Covid-19 masih melanda, perayaan Bulan Bahasa dan Sastra tahun ini tidak menyurutkan semangat seluruh keluarga besar SMA Kristen Petra 3 terkhusus para siswa untuk ikut berpartisipasi. Acara dilakukan secara virtual dengan mengusung tema “Maju Bahasa dan Sastra, Maju Indonesia”. SMA Kristen Petra 3 tahun ini mengadakan kegiatan lomba-lomba dengan subtema Cipta Karya Anak Bangsa dalam Balutan Literasi.

 
WhatsApp_Image_2021-11-26_at_8.42.00_AM_1.jpegWhatsApp_Image_2021-11-26_at_8.42.00_AM.jpegWhatsApp_Image_2021-11-26_at_8.42.01_AM.jpeg

Rangkaian kegiatan diawali dengan renungan pagi untuk para siswa, dilanjutkan prosesi upacara memperingati hari sumpah pemuda secara virtual yang berjalan dengan khitmad dan tertib diikuti seluruh siswa, guru dan karyawan. Kegiatan selanjutnya adalah lomba-lomba Bulan Bahasa, dipimpin oleh MC dari perwakilan OSIS yang ikut memeriahkan acara lomba sehingga terasa antusias para siswa dalam mengikuti dan berpartisipasi di lomba bulan Bahasa kali ini. Adapun rangkaian lombanya sebagai berikut: lomba musikalisasi puisi, lomba cover lagu campursari, lomba pidato Bahasa Inggris dengan tema Survive, Revive and Thrive, lomba penyampaian informasi dalam Bahasa Mandarin, dan yang terakhir lomba membuat maskot sekolah.

Kegiatan lomba ini diikuti oleh para siswa mulai dari kelas X, XI, dan XII, dengan ketentuan para siswa di masing-masing kelas harus memilih perwakilan temannya untuk mengikuti setiap lomba yang diadakan. Sebelum perlombaan dimulai sebagai pembuka acara bapak/ibu guru memberikan kejutan dengan persembahan lagu Pemuda melalui virtual, para siswa terlihat antusias sekaligus merasa senang melihat bapak/ibu guru tampil. Kemudian dilanjutkan dengan lomba pidato Bahasa Inggris dan musikalisasi puisi dari perwakilan tiap kelas secara live dan penampilan video. Semakin semarak acara tersebut karena didukung dengan support dari masing-masing kelas. Tak terasa perlombaan pertama dan kedua telah usai, para siswa diberi waktu untuk istirahat 30 menit. Dan kembali bergabung karena akan dilanjutkan dengan kejutan berikutnya yakni penampilan dari bapak/ibu guru yang menyanyikan lagu Mendung tanpa Udan secara live sebagai pembuka lomba cover lagu campursari. Penampilan yang sangat memukau dari bapak/ibu guru dan karyawan dan menghibur semua warga sekolah. Hal itu terlihat dari banyaknya kesan melalui chat tanda sangat menikmati dan terhibur dengan penampilan tersebut.

Lomba ketiga pun dimulai yakni lomba cover lagu campursari dari perwakilan masing-masing kelas. Para juri sangat terkesan dan terharu dengan penampilan peserta yang luar biasa. lomba keempat yaitu penyampaian informasi dengan Bahasa Mandarin secara live yang dijuri langsung oleh kedua guru Bahasa Mandarin (Laoshi) mereka. Perlombaan ini juga tidak kalah serunya bagaimana para siswa bisa menggunakan Bahasa Mandarin dengan baik dan benar disertai penerjemahan Bahasa Indonesia sehingga semua penonton bisa memahami informasi yang disampaikan oleh tiap peserta lomba.

Hingga sampailah pada lomba terakhir, yaitu lomba maskot sekolah yang ditampilkan dan dipresentasikan oleh tiga terbaik dari setiap peserta lomba. Mereka diberi kesempatan untuk mempresentasikan maskot dan arti dari simbol atau gambar yang ada dalam karya mereka. Di akhir acara para siswa diajak untuk bermain mini games sebagai hiburan, terlebih agar seluruh siswa bisa berperan aktif selain peserta lomba. Dilanjutkan dengan pengumuman pemenang masing-masing lomba dan ditutup dengan doa penutup.

Dengan adanya kegiatan ini diharapkan dapat menumbuhkan jiwa patriotisme dan nasionalisme dalam diri para siswa. Selain itu, kegiatan ini juga dapat berguna sebagai sarana pengembangan bakat dan talenta para siswa dalam berekspresi walaupun dalam masa pandemi.

(Dini Christiani, S.S)

boost the values reap the success