| |

Berkarya dan Menjadi berkat di tengah Pandemi

Foto Ibu Hanna YulianikSebagai orang tua saya tidak pernah menyangka dan memprediksi jika suatu saat kebiasaan kita dipaksa untuk berubah karena sebuah pandemi yang ada didunia seperti saat ini. Terutama kebiasaan dibidang pendidikan khususnya pembelajaran bagi siswa. Dalakm waktu yang singkat pendidikan di Indonesia dituntut untuk bisa beradaptasi dengan keadaan yang ada, semula kegiatan pembelajaran dilakukan secara tatap muka di kelas dan disekolah, sekarang harus menggunakan media internet dan daring. Tentu perubahan ini bukanlah hal yang mudah untuk dilakukan.

Tetapi yang saya lihat ditengah kondisi pandemi covid 19 PPPK Petra telah mengambil langkah yang baik dan mempersiapkan diri dengan matang untuk beradaptasi dalam bidang pembelajaran yaitu dengan melakukan pembelajaran daring. Kami sebagai orang tua merasakan bahwa pembelajaran daring yang diberikan sangat membantu anak-anak dalam memahami materi pembelajaran yang diberikan oleh Bapak-Ibu Guru dan jauh sekali dari kesan memberatkan, sebagaimana banyak media-media cetak maupun elektronik memberitakan, bahwa anak mengalami tekanan yang luar biasa ketika mereka belajar dirumah karena tugas – tugas yang begitu banyak diberikan oleh bapak –Ibu guru. Tetapi yang dialami anak saya yang bersekolah di PPPK Petra khususnya di unit sekolah SMA Kristen Petra 3 justru mengalami keadaan yang sangat kontras dengan pemberitaan yang ada di media-media tersebut. Anak–anak yang melakukan pembelajaran daring merasa sangat enjoy dan menikmati proses ini walaupun tentu diperlukan proses adaptasi. Tetapi dalam proses tersebut ada interaksi dan komunikasi serta pendampingan secara intens dari sekolah dalam hal ini bapak ibu guru pengajar dan wali kelas untuk dapat menolong anak-anak dalam proses menyesuaikan kebiasaan belajar dari tatap muka secara langsung ke dalam metode daring. Selain itu, anak anak juga merasa enjoy karena di lingkungan PPPK Petra khususnya di SMA Kristen Petra 3 pembelajaran yang diberikan kepada para siswa menggunakan berbagai metode yang menarik, sebagai contoh tatap muka secara langsung digantikan dengan tatap muka secara virtual melalui zoom,pembelajaran di kelas digantikan dengan video-video pembelajaran yang kreatif dan menarik serta berbagai macam games yang seru.  

Foto Xaristheo 1

Foto Xaristheo 2 Tugas Siswa LFH

Beberapa hal diatas adalah langkah-langkah luar biasa yang dilakukan oleh PPPK Petra untuk menjangkau para siswa yang dipercayakan Tuhan untuk dibentuk dan dididik di lembaga pendidikan ini. Harapan kami sebagai orang tua semoga PPPK Petra dapat mempertahankan proses pembelajaran yang sudah baik ini kemudian juga dapat semakin mengembangkan cara dan sistem pembelajaran daring yang semakin efektif dan inovatif. Semoga PPPK Petra terus dapat mendidik putra-putri menjadi generasi penerus yang berguna bagi Bangsa dan Negara.

 

 

Hanna Yulianik

Orang tua dari Xaristheo/XI IPA 2

SMA Kristen Petra 3

SMATRAGA Online Learning

Pic01

Selama masa karantina dalam rangka menanggulangi penyebaran virus corona (covid-19) ini, kami para siswa SMA Kristen Petra 3 melaksanakan kegiatan belajar mengajar di rumah masing-masing dengan banyak metode. Ada dari schoology, google classroom, video call atau aplikasi zoom. Bapak dan ibu guru yang awalnya belum benar-benar mengenal pembelajaran melalui IT pun akhirnya ikut terjun dalam cara pembelajaran yang cukup baru ini. Kita dapat mengakses modul dan soal-soal latihan dari rumah, yang membuat kita dapat tetap belajar dengan mudah tanpa adanya pertemuan fisik sekalipun. Diam di rumah karena adanya social-distancing pun tidak menjadi  masalah untuk kami para siswa-siswi yang memang berkewajiban untuk belajar.

Pic03

Memang selama karantina kami tidak kemana-mana dan diharuskan untuk menetap di rumah. Tetapi menurut saya, banyak juga hal positif yang dapat diambil dari masa-masa seperti ini. Contohnya, kita dapat menghabiskan lebih banyak waktu dengan keluarga, gaya hidup kita yang biasanya terbiasa keluar-keluar pun terkurangi, kebersihan diri kita tentunya juga menjadi lebih terjaga. Tentu diharuskan untuk di rumah terus-terusan akan menjadikan kita bosan, tetapi selain mengerjakan tugas-tugas yang banyak sekalipun, kita dapat menggunakan waktu untuk hal-hal seru lainnya. Misalnya dengan merawat diri (self-care), bermain game, video-call atau menelepon teman, mencoba hal-hal baru seperti memasak dan membuat kue, bahkan nonton film bersama melalui zoom pun dapat dengan mudah kita lakukan. Dalam masa-masa seperti ini, kita juga tidak boleh lupa untuk lebih lagi mendekatkan diri dengan Tuhan. Kita seringkali hanya takut terhadap virusnya dan melupakan maksud tersembunyi di baliknya, agar kita dapat berserah dan bergantung kepada Tuhan saja. Menghindari dan menjaga itu baik, tetapi tidak perlu juga sampai berlebihan. Banyak orang membeli masker dan hand-sanitizer dalam jumlah banyak dimana-mana hingga tidak sedikit orang yang tidak mendapat bagian. Menimbun terlalu banyak makanan dari supermarket juga banyak dilakukan oleh orang-orang yang kurang bertanggung jawab. Menurut saya semua usaha yang dilakukan itu tidak akan maksimal jika tidak diimbangi dengan doa dan saat teduh bersama Tuhan.

Pic02

Penyebaran virus corona ini masih terus bertambah pesat di Indonesia. Maka dari itu, saya berharap kita dapat memiliki kesadaran masing-masing untuk membantu menguranginya. Tidak sulit untuk membantu para pekerja medis mengurangi jumlah pasien virus ini. Hanya dengan menetap dirumahaja, kita telah dapat secara perlahan mengurangi penyebaran virus ini. Jangan lupa untuk selalu cuci tangan, menggunakan hand-sanitizer di saat-saat tidak ada air mengalir, dan mandi secara teratur. Meminta pertolongan pada Tuhan, mengurangi kontak fisik dengan siapapun. Stay safe and God bless us.

 

Beatrice Lesmana/XI IPA 2

SMATRAGA Goes To SOSRO

Bersekolah di SMA Kristen Petra 3 adalah sebuah berkat yang luar biasa untuk kami. Karena ada banyak kegiatan menarik yang bisa kami ikuti. Salah satunya adalah kegiatan pembelajaran. Mungkin bagi sebagian orang hal ini terdengar aneh, tetapi bagi kami tidak ada yang aneh sama sekali karena kegiatan pembelajaran di sekolah kami bukan hanya dilaksanakan di dalam kelas tetapi juga di luar kelas. Salah satu bentuk pembelajaran tersebut adalah melalui kegiatan karyawisata.  Pada tanggal 22 Januari 2020 kami para siswa kelas XI berkunjung ke PT Sinar Sosro yang ada di Mojosari, Mojokerto. PT Sinar Sosro adalah salah satu pelopor minuman kemasan dalam botol yang ada di Indonesia. Perusahaan ini dahulu berdiri di Slawi Jawa Tengah, dan saat ini bisa melebarkan produksinya sampai di beberapa tempat di Indonesia. Beberapa produk dari PT Sinar Sosro yang ada di pasaran diantaranya Teh Botol Sosro, Fruit Tea, S – Teb, Country Choice dan Air Mineral Prim – A.

 
Karyawisata_3.jpgKaryawisata_1.jpgKaryawisata_2.jpg

Bekunjung ke PT. Sinar Sosro merupakan pengalaman yang sangat berharga bagi kami. Karena di tempat ini kami dapat mengetahui sedikit seluk beluk tentang industri minuman kemasan yang ada di sekitar kami, yang selama ini kami tidak memperhatikan. Sewaktu kami berada di PT Sinar Sosro kami melihat berbagai macam komponen yang ada di industri tersebut, mulai dari bangunan pabrik, mesin produksi, mesin pengemasan, mesin untuk mendaur ulang limbah dan gallery yang dipergunakan untuk memajang memorabilia dari PT Sinar Sosro. Semua tempat tertata dengan rapi dan bersih, pekerjaan yang dilakukan berlangsung dengan cepat dan teratur. Tidak banyak tenaga manusia yang dipergunakan di sana, semua dikerjakan dengan mesin, manusia hanya mengawasi dan mengontrol kerja dari mesin-mesin yang tersedia.

Pembelajaran Menggunakan iPad

Pembelajaran menggunakan media iPad merupakan salah satu cara agar siswa mampu menangkap materi pembelajaran yang disampaikan oleh bapak/ibu guru dengan lebih cepat dan lebih lengkap.

iclass1.jpg

Praktik Pelatihan Teknologi Pengolahan

Sebanyak 80 siswa SMA Kristen Petra 3 mendapat kesempatan untuk mengikuti pelatihan teknologi pengolahan yang diadakan oleh Universitas Widya Mandala Surabaya. Tujuan pelatihan ini memberikan bekal bagi siswa kelas XII untuk menambah pengetahuan tentang cara pembuatan pasta gigi dan softener.

boost the values reap the success