| |

Membangun Asa Menggapai Cita

Stacia

SMA Kristen Petra 3 menelurkan banyak alumni yang sukses dalam berbagai bidang ilmu, salah satunya adalah Stacia Edina Johanna. Saat ini ia berkuliah di Massachusetts Institute of Technology, Amerika Serikat dalam bidang computer science and engineering. Kesempatan yang Tuhan karuniakan untuk menimba ilmu di salah satu universitas teknik terbaik dunia ia dapatkan dengan usaha keras dan pengorbanan. Mulai di bangku sekolah ia konsisten untuk mempelajari ilmu yang ia suka, melalui berbagai macam kompetisi dalam bidang komputer, sampai pada akhirnya ia berhasil memperoleh medali emas pada Olimpiade Sains Nasional bidang komputer pada tahun 2015 dan mendapatkan medali di International Olympiade in Informatics (IOI) ke-28 yang diselenggarakan di Kazan, Rusia.

Ketekunanya dalam mempelajari bidang informatika juga membawa Stacia untuk bisa merasakan pengalaman magang di Google, salah satu perusahaan jasa produk internet terbesar di dunia saat ini. Disana ia bisa mempelajari sistem kerja perusahaan tersebut, kemudian ia juga dapat mengenali setiap sudut ruangan kantor yang didesain dengan sangat menarik dan penuh fungsi, pengalaman tersebut tentu membawa perubahan bagi dirinya dalam memandang dunia. Sungguh sebuah kesempatan yang luar biasa diperoleh Stacia berkat ketekunan dan kerja kerasnya dalam mengembangkan ilmu yang ia miliki.

Pengalaman dan cerita hidup Stacia diatas diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi kita semua siswa siswa PPPK Petra untuk semakin tekun dan bekerja keras dalam mengembangkan diri dan talenta yang dikaruniakan Tuhan, sehingga harapan dan cita yang dimiliki dapat terwujud sebagaimana yang dialami oleh Stacia Edina Johanna, Alumni SMA Kristen Petra 3 Surabaya. Semoga nama Tuhan dipermuliakan.

 

SMATRAGA Entrepreneurship Competition 2020

SEC20_01_4.jpgSEC20_02_5.jpgSEC20_03_6.jpgScreenshot_35_2.jpgSEC20_04_1.jpgScreenshot_40_3.jpg

SMA Kristen Petra 3 adalah salah satu sekolah dalam lingkup PPPK Petra yang memiliki excellent point dalam bidang Entrepreneurship. Keunggulan tersebut mendorong SMATRAGA untuk menyelenggarakan lomba SMATRAGA Entrepreneurship Competition yang ke 4 pada tanggal 17 Oktober 2020, dengan mengundang Sekolah Menengah Pertama di Surabaya dan sekitarnya.

Pada tahun ini lomba SMATRAGA Entrepreneurship Competition diikuti sebanyak 37 Tim. Lomba tersebut dilaksanakan secara daring yang terdiri dari dua bagian lomba yaitu Business Plan dan Rally Games. Pada bagian pertama peserta diminta untuk membuat sebuah rencana bisnis tentang pemanfaatan botol bekas menjadi barang kerajinan yang memiliki nilai ekonomi. Banyak peserta yang kreatif, mereka ada yang membuat kotak pensil, dompet, vas bunga dan benda serbaguna lainnya. Kemudian untuk bagian yang kedua para siswa diajak bermain Games secara daring melalui berbagai platform digital dengan pertanyaan seputar Entrepreunership.

Para peserta mengikuti lomba tersebut dengan antusias, semua tim bersaing untuk mendapatkan gelar juara. Setelah mereka mengikuti serangkaian lomba tersebut di atas diperoleh 5 Tim dengan jumlah skor tertinggi masing-masing akan mendapatkan juara 1, 2, 3, harapan 1 serta harapan 2. Juara 1 direbut oleh tim dari SMP Kristen Petra 2, sedangkan kategori juara yang lainnya diperoleh tim dari SMP Kristen Petra 1. Mereka akan membawa pulang piagam, uang pembinaan, dan trophy. Selamat untuk tim yang menjadi juara, semoga keberhasilannya dapat memotivasi tim-tim yang lain supaya berusaha lebih keras lagi.

Syukur kepada Tuhan kegiatan Lomba Smatraga Entrepreneurship Competition bisa terlaksana dengan lancar. Semoga para peserta dapat mengaplikasikan pengetahuan dan pengalaman yang mereka dapatkan melalui lomba tersebut dalam kehidupan mereka sehari-hari, dan terdorong untuk menjadi entrepreneur-entrepreneur yang tangguh. #banggasmatraga!

Kembangkanlah Talentamu dan Jadilah Berkat

Dalam rangka menyegarkan kehidupan rohani para siswa maka SMA Kristen Petra 3 mengadakan kegiatan Kebaktian Kebangunan Rohani yang dilayankan oleh Pdt. Samuel Ismayanto, M.Div dari GKI Citraland Surabaya.

KKR

Pendeta Samuel ismayanto menceritakan pergumulannya tentang talenta yang ia miliki. Semakin ia memikirkan telenta yang ada semakin ia merasa memiliki banyak kekurangan. Ia bukanlah orang yang cukup percaya diri untuk berkomunikasi dengan orang-orang yang ada di sekitarnya. Ketika SMP Pendeta Samuel pernah menyukai teman sekelasnya, ia mencoba menelepon tetapi ia harus mempersiapkan diri dalam proses yang panjang untuk berkomunikasi. Ia mencoba untuk mencatat list pertanyaan apa saja yang hendak ia tenyakan kepada orang yang ia sukai tersebut. Tetapi ia tetap merasa tidak bisa berkomunikasi dengan baik. Lima menit setelah telepon ditutup tangannya masih terus berkeringat. Suatu hari pendeta Samuel tersadar bahwa betapa ia merasa tidak percaya diri. Tetapi Tuhan tetap mau memakainya untuk melayani dia. Dari peristiwa ini pendeta Samuel berrefleksi bahwa tidak harus terlebih dahulu menjadi sempurna untuk berbuat sesuatu. Tidak harus mempunyai talenta segudang baru mau berkarya

Hal pertama yang perlu dilakukan adalah, bersyukur, karena Tuhan telah memberikan kepada kita kesempatan untuk hidup, untuk mengajar, bagaimanapun kondisinya. Termasuk kondisi seperti sekarang ini yang mana semua serba online, atau ketika kita merasa banyak kekurangan, tetap kita perlu bersyukur kepada Tuhan tentang apa yang telah Ia berikan. Tidak semua hal yang kita jalani berjalan seharusnya, baru kita mau melakukan suatu tindakan. Kata seharusnya terkadang membuat kita merasa terpaksa dalam melakukan suatu tindakan. Firman Tuhan berkata apapun yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hati, bukan dengan seharusnya. Melakukan dengan segenap hati berarti melakukan sesuatu melampaui batas-batas yang seharusnya.

Beberapa waktu lalu, di Vietnam ada seorang anak yang selalu menjadi nomor 1 di sekolahnya, ia selalu mencapai hal yang tertinggi. Tetapi semua yang ia raih dan lakukan dilatarbelakangi tuntutan orang lain. Ia hidup karena tuntutan, dituntut untuk menjadi anak yang sempurna dan ia melakukan sebagaimana yang seharusnya dilakukan. sampai akhirnya anak tersebut tidak kuat lagi dengan hidup karena dituntut menjalani hidup yang seharusnya kemudian ia memberontak. Tidak semua hal dalam hidup kita dapat terjalin seharusnya. Kita perlu mengingat Yesus mati karena kasihnya yang besar, harusnya manusia yang menanggung dosanya sendiri. Tidak seharusnya Yesus mati dan disiksa serta menanggung dosa. Yesus mau melakukannya untuk Bapa di sorga. Dari situ kita belajar untuk melakukan semuanya seperti untuk Tuhan.  Kita tidak harus melakukan sesuatu dengan terpaksa, tetapi dengan penuh ucapan syukur. Kembangkanlah talentamu melampaui batas yang seharusnya dan jadilah berkat.

Tetap Berprestasi di Tengah Pandemi

SMA Kristen Petra 3 Surabaya, dikenal memiliki alumni-alumni yang sukses dalam berbagai bidang pekerjaan. Salah satunya adalah Gho Danny, alumni SMA Kristen Petra 3 tahun 2015 tersebut memiliki pencapaian yang luar biasa di bidang akademik. Ia pernah dinobatkan menjadi salah satu mahasiswa berprestasi ketika ia mengikuti kuliah mewakili Universitas Kristen Petra pada ajang mahasiswa berprestasi tingkat Kopertis Jawa Timur. Selain itu ia juga pernah mewakili Universitas Kristen Petra dalam berbagai ajang kompetisi dan seminar baik nasional maupun internasional. Setelah lulus dari universitas, kemudian ia bekerja sebagai seorang data analis pada salah satu perusahaan pertambangan di Surabaya, sambil mempersiapkan studi magisternya. Beberapa pencapaian di atas ia peroleh berkat doa, ketekunan dan kerja keras yang selama ini ia lakukan.

Alumni_Homecoming_2_2.jpgAlumni_Homecoming_1_1.jpg

Pada awal semester 1 tahun ajaran 2020/2021, saat dimulainya kegiatan pembelajaran secara daring, SMA Kristen Petra 3 mengundang Gho Danny untuk menjadi salah satu pembicara pada kegiatan MPLS dengan materi Alumni Homecoming. Dalam acara tersebut ia menceritakan tentang perjalanan hidupnya mulai dari bangku sekolah sampai pada perjalanan karier dan pekerjaannya. Ketika ia menjalani pendidikan di SMA Kristen Petra 3 Surabaya, Gho Danny merasa sangat terkesan dengan kondisi dan lingkungan yang sangat kekeluargaan, seolah-olah sekat antara guru dan murid tidak ada. Hal ini membuat Gho Danny dapat belajar dengan nyaman, karena ia diperlakukan sebagai anak oleh Bapak Ibu Guru, dengan sabar Bapak Ibu Guru membimbingnya untuk dapat memahami dan mengerti materi pembelajaran serta membentuk karakternya menjadi pribadi yang takut akan Tuhan dan pekerja keras.  Mungkin saat ini situasi dan kondisinya berbeda, tetapi suasana kekeluargaan tersebut tetap bisa diwujudkan melalui media sosial yang ada.

Menggali Kebaikan dan Potensi Diri dengan Maksimal dari Rumah

Pada tanggal 13 Juli kami siswa-siswi kelas X Tahun Ajaran 2020-2021 mengikuti kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) yang dilaksanakan secara online melalui zoom meeting. Kegiatan MPLS tersebut dikemas dalam tema “Menggali Kebaikan dan Potensi Diri dengan Maksimal dari Rumah”.

MPLS-online-2021-A3-2.jpgMPLS-online-2021-A3-3.jpgMPLS-online-2021-A3-1.jpg

Dalam kegiatan MPLS tersebut kami diajak untuk mengenal lebih jauh tentang SMA Kristen Petra 3 serta beradaptasi dengan budaya belajar di sekolah tersebut. Kami diberikan penjelasan mulai dari kurikulum yang dipakai dalam kegiatan pembelajaran, profil sekolah, tata tertib yang ada selama mengikuti kegiatan pembelajaran baik daring maupun luring. Setelah kami mengenal SMA Kristen Petra 3, kemudian kami diajak untuk mengenali keunikan dari SMA Kristen Petra 3 yaitu sekolah dengan muatan entrepreneurship. Muatan entrepreneurship di SMA Kristen Petra 3 diimplementasikan melalui kegiatan koperasi siswa dan excellent point, melalui dua kegiatan tersebut kami para siswa belajar untuk berwirausaha.

Setelah mengikuti kegiatan di atas, kami juga belajar tentang nilai-nilai yang perlu kami terapkan di dalam kehidupan sehari-hari terutama ketika kami menggunakan media social. Nilai-nilai tersebut kami pelajari melalui Etika Perilaku dan Komunikasi. Dalam materi tersebut kami memperoleh gambaran tentang batasan-batasan dalam menggunakan media sosial dan elektronik sehingga tidak terjadi penyalahgunaan. Hal ini penting bagi kami generasi muda terutama remaja karena kami memiliki intensitas yang tinggi dalam memanfaatkan media sosial tersebut. Pemahaman di atas semakin dikuatkan dengan materi berikutnya yaitu bijak bersosmed.

Setelah kami menerima banyak paparan tentang sekolah dan kegiatan yang ada di dalamnya serta etika dalam berperilaku dan bergaul, kemudian pada hari ketiga pelaksanaan MPLS kami mendapatkan himbauan dari dr. Cynthia terkait menyikapi covid-19. Melalui materi tersebut kami diingatkan untuk semakin giat menerapkan protokol kesehatan dimanapun kami berada, dengan rajin menjaga kebersihan mulai dari mencuci tangan, mengenakan masker apabila berada di luar rumah, berolahraga, serta menjaga pola hidup sehat, sehngga kami terhindar dari dampak langsung covid-19.

Pada hari yang terakhir kami diajak untuk mendengarkan paparan dari POLRI terkait dengan kenakalan remaja serta narkoba. Diharapkan melalui materi ini kami dapat memiliki perilaku yang baik dalam kehidupan sehari-hari, sehingga tidak melanggar hukum dan tatanan masyarakat. Selain itu kami juga diajak untuk menyadari dampak negatif dari penyalahgunaan narkotika. Melalui materi ini kami sadar bahwa narkotika dapat mengganggu proses tumbuh kembang kami baik secara fisik maupun psikis, oleh karena itu kami diharapkan dapat mengendalikan diri dengan baik sehingga tidak terjerumus ke dalam tindak penyalahgunaan narkotika.

Mengikuti kegiatan MPLS secara online merupakan pengalaman baru bagi kami. Bersyukur kegiatan tersebut bisa berjalan dengan lancar selama empat hari. Dengan mengikuti kegiatan MPLS kami sangat terbantu untuk dapat mengetahui SMA Kristen Petra 3 secara lebih mendalam, serta dapat belajar menyesuaikan diri dengan proses pembelajaran yang ada di lingkungan tersebut. Selamat mengikuti proses pembelajaran selanjutnya. Kiranya kasih dan penyertaan Tuhan selalu menyertai kita.  

boost the values reap the success