| |

Melangkah Maju dengan Damai Sejahtera

Ibadah Awal Tahun Ajaran 2021 3

Tahun ajaran baru kali ini terasa sangat berbeda dibanding dengan tahun-tahun sebelumnya. Di tahun ini kami mengawali tahun ajaran di tengah pandemi covid-19. Banyak hal yang harus kami sesuaikan. Mulai dari kebiasaan sehari-hari yang harus memperhatikan protokol kesehatan, kemudian tata cara pembelajaran dari mode luring ke mode daring. Selain beberapa hal tersebut mungkin ada dari antara kami yang terdampak langsung covid-19; ada anggota keluarga yang meninggal ataupun usaha-usaha orang tua kami yang sudah surut pendapatannya. untuk menerima dan melalui kondisi seperti ini bukanlah hal yang mudah bagi kami. Tapi kami sadar harus melalui ini semua dengan penuh semangat.

Ibadah Awal Tahun Ajaran 2021

Ibadah awal tahun ajaran 2020-2021 bertema melangkah maju dengan damai sejahtera. Firman Tuhan disampaikan oleh Pdt. Andri Purnawan, ayat Firman Tuhan diambil dari 2 Korintus 13:11-12. Melalui ayat firman tersebut Pdt. Andri Purnawan mengajak kita untuk merenungkan bahwa setiap orang harus bergerak menyesuaikan diri dengan keadaan, tetapi semua orang harus mengakui bahwa menyesuaikan diri dan berubah bukanlah hal yang mudah. Ketika sudah beberapa bulan kita tinggal di dalam pembatasan-pembataan, cara hidup kita tidak sama dengan masa lalu, orang menjadi sangat sensitif terutama ketika mendengar orang lain sakit. Kondisi ini menyadarkan bahwa kita berada dalam dunia yang berubah, kehidupan di masa kini menjadi sangat menantang. Apa yang harus kita lakukan? Ada enam hal yang perlu kita perhatikan, pertama adalah berdamai dengan sense of lost, mengakui rasa kehilangan, baik itu kehilangan materi, sampai pada kehilangan orang-orang terdekat karena terkena dampak pandemi tersebut, memang bukan hal yang mudah tapi kita harus melakukannya. Kemudian yang kedua adalah membuat jadwal dengan rutinitas yang baru, hal ini penting dilakukan supaya tidak tersandera dengan aktivitas virtual saja. Pendeta Andri mengapresiasi sekolah-sekolah di lingkup PPPK Petra yang mewajibkan siswa memakai seragam ketika mereka melakukan pembelajaran online. Hal ini penting dilakukan supaya mengalami variasi pada aktivitas keseharian. Jadi ada perbedaan ketika di sekolah, kemudian belajar dan bermain. Serta berlaku seolah-olah kehidupan kita terus berjalan di dalam jalan-jalan yang berbeda dari hari demi hari.

Ibadah Awal Tahun Ajaran 2021 2

Kemudian yang ketiga adalah perlu dipertimbangkan untuk membuat jurnal, refleksi harian yang dapat dipakai untuk menyampaikan perasaan yang dimiliki, perasaan apapun yang dialami ketika masa pandemi berlangsung sebagai upaya untuk menyampaikan perasaan yang dialami. Keempat adalah  berupaya untuk terus terhubung dengan teman-teman sekolah, guru, keluarga, dan teman persekutuan, sehingga tetap memiliki koneksi dengan orang lain di sekitar kita. Kemudian yang kelima adalah belajar untuk bersukacita di dalam masa yang sulit, bersukacita artinya adalah melihat apa yang baik, mampu untuk mensyukuri segala sesuatu yang ada. Hal baik apa yang aku terima, dan hal baik apa yang membuatku bahagia pada hari ini. Kemudian yang terakhir adalah berusaha selalu sempurna. Kata sempurna berarti kita dapat mengatur, menyusun dan memposisikan segala sesuatu pada sisi yang tepat, kapan kita harus menempatkan segala sesuatu pada posisinya.

Pada bagian akhir perenungan firman, Pdt. Andri Purnawan menyampaikan pesan bahwa kehidupan yang kita jalani bukanlah kehidupan seperti biasanya. Tetapi disanalah kita ditantang untuk hidup bergerak menyesuaikan diri dengan tatanan hidup baru yang tidak bisa ditolak. Hal inilah yang perlu diingat dan disadari oleh orang-orang yang ada dan oleh diri kita supaya kita mampu melakukan bagian-bagian kita. Selamat memasuki tahun ajaran baru. Tuhan Yesus Memberkati.

Video Ibadah Tutup Tahun Ajaran 2019/2020

Video Pelepasan Siswa Kelas XII Tahun Ajaran 2019/2020

Season to Remember

Buku KenanganMulai pertengahan September 2019 kami perwakilan siswa kelas XII berkumpul untuk menyusun buku kenangan siswa-siswi kelas XII tahun ajaran 2019/2020. Proses awal penyusunan buku kenangan kali ini dilakukan dengan membentuk panitia yang terdiri dari ketua, sekretaris, bendahara, tim kreatif, tim fotografi, dan tim data. Setelah panitia terbentuk kemudian kami menentukan konsep dan tema. Untuk tahun ini konsep buku kenangan yang kami sepakati adalah future, konsep tersebut dipilih dengan tujuan supaya buku kenangan yang kami buat punya sifat visioner dan tidak lekang dimakan waktu. Setelah menentukan konsep tersebut kemudian kami berdiskusi untuk menentukan tema, dari beberapa usulan yang muncul akhirnya kami memutuskan untuk memilih tema season to remember, melalui tema ini kami ingin menyampaikan bahwa selama 3 tahun bersekolah pasti ada banyak pengalaman baik suka maupun duka, kegagalan dan keberhasilan, semua pengalaman itu layak untuk dikenang dan dijadikan pengingat sebagai bagian dari proses pembentukan diri menjadi pribadi yang dewasa.

Setelah kami menentukan konsep dan tema di atas, kemudian kami mem-brake down tema tersebut menjadi empat sub tema yaitu, summer, spring, winter, dan autumn. Setalah itu kami mengundang beberapa vendor yang sudah mengajukan proposal untuk membantu pembuatan buku kenangan di atas. Ada tiga vendor yang mempresentasikan diri, dari ketiga vendor tersebut kami memilih satu vendor yang kami nilai sesuai dengan konsep dan tema yang kami miliki. Kami tertarik dengan vendor tersebut karena mereka menawarkan pelayanan yang berbeda dibanding yang lain. Karena vendor tersebut menyematkan teknologi virtual reality dalam pencetakan fotonya. Teknologi ini memungkinan objek yang ada di dalam foto tersebut bisa bergerak, seolah-olah objek yang ada di dalam foto bisa menjadi benda hidup ketika dilihat, tentu bukan dengan mata telanjang melainkan menggunakan aplikasi di dalam smartphone. Teknologi ini tidak kami temui di dua vendor yang lain. Selain itu kami tertarik dengan vendor tersebut juga karena orang-orang yang terlibat di dalamnya sebagian besar masih duduk di bangku kuliah, jadi pola pikirnya tidak jauh berbeda dengan kami yang masih SMA, jadi ide yang kami sampaikan lebih cepat ditangkap.

Buku Kenangan 2

Buku Kenangan 3

Buku Kenangan 5

Setelah memilih vendor tersebut, kemudian kami meeting dengan vendor untuk tanda tangan MOU dan menjadwal pembuatan buku kenangan. Jadwal tersebut kami susun sedemikian rupa mulai dari mematangkan konsep dan tema, menentukan lokasi foto, menjadwal foto shoot, mengumpulkan data, mengkoreksi dami, dan mencetak buku kenangan. Untuk menentukan lokasi foto semua kami lakukan sesuai dengan sub tema yang didapat masing-masing kelas, kami memilih kenjeran Park, kebun bibit Wonorejo dan hotel Majapahit, serta studio yang disediakan oleh vendor. Untuk kelengkapan data kami meminta bantuan sekolah untuk mengisi tentang sambutan ketua 1 PPPK Petra, sambutan kepala sekolah, daftar guru dan karyawan sesuai bidang studi dan MGMP, kemudian data siswa kelas XII IPA sampai XII IPS 2, data prestasi siswa, serta data kegiatan ekstrakurikuler. Setelah semua selesai, kami diberikan dami oleh vendor untuk diperiksa dan direvisi. Setelah itu buku masuk proses cetak kemudian pada tanggal 1 Mei 2020 buku dikirim ke sekolah untuk kami cek dan kami hitung jumlahnya sesuai pemesanan. Kami bersyukur karena berkat penyertaan Tuhan kami dapat menyelesaikan tugas pembuatan buku kenangan dengan baik, kami berharap semoga dengan menerima buku ini teman-teman kelas XII dapat kembali mengingat perjuangan mereka selama 3 tahun bersekolah di SMATRAGA dan mereka mendapatkan spirit untuk terus menggapai harapan mereka masing-masing di tengah suka duka, kegagalan dan keberhasilan yang dialami dalam menjalani proses kehidupan.

 

Natasya Regina

SMA Kristen Petra 3

Proficiat SMATRAGA 92

XII IPA BATIK PETRA

XII IPS 1 BATIK PETRA

XII IPS 2 BATIK PETRA

Waktu memang begitu singkat, tiga tahun sudah kami melewati suka duka, canda tawa di SMATRAGA tercinta. Menimba ilmu dari bapak-ibu guru, menggali pengalaman hidup dari setiap peristiwa sehari-hari, memupuk persaudaraan dengan teman-teman satu sekolah, mengasah karakter supaya semakin serupa dengan Kristus. Akhirnya pada hari Sabtu tanggal 2 Mei 2020 kami menerima surat pemberitahuan kelulusan yang disampaikan sekolah kepada orang tua maupun masing – masing siswa secara online. Dalam surat yang kami terima tersebut dituliskan bahwa pada tahun ajaran 2019/2020 SMATRAGA meluluskan 92 peserta didik kelas XII, terdiri dari 38 siswa dari program IPA dan 58 siswa dari program IPS.  Ketika menerima dan membaca surat tersebut, rasa haru mulai menggelayut dalam pikiran kami. Ditambah dalam surat tersebut disampaikan juga teman-teman kami yang berprestasi diantaranya Cheryl Ruby Lee dari kelas XII IPA yang berhasil memperoleh nilai tertinggi untuk jurusan IPA dengan jumlah 1340 dan Gabriela Ismanto dari Kelas XII IPS 1 yang berhasil memperoleh nilai tertinggi untuk jurusan IPS dengan jumlah nilai 1374. Membaca informasi tersebut rasa banggapun timbul dalam benak kami, karena kami melihat teman-teman yang memiliki prestasi luar biasa. Akhirnya kerja keras selama 3 tahun di bangku SMA terbayar dengan sebuah pencapaian yaitu kelulusan.

Bagi kami kelulusan tahun ini sangat berbeda. Jika tahun – tahun sebelumnya kelulusan kelas XII selalu dirayakan dengan meriah, hingar bingar, dan penuh keceriaan, maka bagi kami yang lulus di tengah pandemi Covid-19 ini, tidak ada hingar bingar dan kemeriahan seperti tahun lalu. Kami merayakan kelulusan dalam kesederhanaan, karena kami sadar bahwa kami harus berempati dengan orang-orang yang ada di sekitar yang terdampak pandemi ini secara langsung. Kami merayakan kelulusan ini dengan berdoa bersama keluarga di rumah mengucapkan syukur kepada Tuhan Yesus karena kasih dan penyertaan-Nya kami bisa melewati 3 tahun di SMA Kristen Petra 3 dengan sangat luar biasa, kesederhanaan ini sama sekali tidak menghilangkan sukacita dalam hati kami. Bagi kami mau bagaimanapun perayaannya, kelulusan merupakan momen yang sangat berarti karena akan menjadi gerbang untuk cita dan harapan akan masa depan yang lebih baik. Sungguh kami berterima kasih atas bimbingan bapak – ibu guru di SMATRAGA yang telah mendidik, menolong, mendampingi, dan menyentuh hati kami dengan tulus dan penuh kasih.

Foto Kelas XII IPA

Foto Kelas XII IPS 1

Foto Kelas XII IPS 2

Selesai dari SMA kami sudah ditunggu dengan tantangan baru di bangku perkuliahan. Sebagian besar dari kami sudah diterima di universitas – universitas yang bekerjasama dengan PPPK Petra sesuai minat dan talenta masing-masing. Ada di antara kami yang sudah diterima sebagai mahasiswa di Universitas Kristen Petra, Universitas Surabaya, dan Universitas Widya Mandala. Ada juga teman-teman yang melanjutkan studi ke lembaga pendidikan lain seperti Universitas Ciputra, Ottimo, Seages, serta universitas negeri di Surabaya dan sekitarnya. Informasi – informasi tentang bidang studi dan universitas tersebut kami dapatkan mulai dari kami kelas X melalui kegiatan pameran pendidikan yang diadakan setiap tahun di sekolah kami. Melalui kegiatan tersebut kami dapat menambah wawasan tentang lembaga – lembaga pendidikan yang baik, yang bisa kami jadikan batu lompatan untuk menggapai mimpi dan harapan. Kami pasti bisa melewati tantangan tersebut  dengan baik karena kami memiliki bekal yang luar biasa, yaitu kasih dari Bapak/Ibu Guru dan penyertaan Tuhan Yesus yang selalu ada di setiap waktu di manapun kami berada. Terimakasih SMATRAGA. Proficiat 92 ! Kiranya nama Tuhan Yesus dipermuliakan.

Natasya Elizabeth

SMA Kristen Petra 3

boost the values reap the success