SMATRAGA VOICE
| |

 

Best Supporter PJCC

Pada hari minggu, 5 Oktober 2019, dilaksanakan lomba Petra Junior Cooking Competition. SMATRAGA (SMA Petra 3) mengirimkan 3 siswa sebagai peserta PJCC dan 10 orang siswa sebagai supporter untuk medukung teman-teman yang berlaga dalam lomba tersebut.

BEST SUPORTER

Sebagai supporter, kami harus mempersiapkan diri dengan baik untuk mendukung teman-teman kami. Dibantu oleh Ibu Nuryanti, Kak Valencia dan Kak Sherly kami mempersiapkan segala sesuatunya, mulai dari gerakan, lirik, music iringan dan properti. Untuk gerakan kami membuat konsep menampilkan gerakan-gerakan yang lucu. Kami memilih Thimotius sebagai mascot karena penampilannya yang unik. Selama 2 hari kami berlatih gerakan, kami berusaha agar gerakan yang kami lakukan bias kompak. Untuk musik iringan kami me - remix dua lagu yang saat ini sedang populer di tiktok dibantu Pak Andre dan Pak Peter. Untuk properti kami mempersiapkan celemek, wajan serta topi chef.

SMATRAGA di Bank Indonesia Smart Challenge

BI SMART CHALLENGE

Bank Indonesia kembali mengadakan lomba cerdas cermat dan ranking 1 se Surabaya, Sidoarjo, Bangkalan dan Gresik dengan tema “Bank Indonesia Smart Challenge”, yang terselenggara pada tanggal 28 September 2019, di gedung KPW Bank Indonesia Jawa Timur, Singosari Hall. SMA Kristen Petra 3 menjadi salah satu peserta lomba tersebut.

Ada sekitar 50 sekolah yang mengikuti lomba, di mana masing – masing sekolah wajib mewakilkan satu tim yang terdiri dari 3 orang untuk mengikuti lomba cerdas cermat, 2 orang untuk ikut lomba ranking 1, dan 5 orang sebagai suporter.

Acara diawali dengan doa, pengarahan, dan pemukulan gong di Hall Singosari. Kemudian tim yang mengikuti cerdas cermat diarahkan ke ruangan lain untuk melakukan tes tertulis, sedangkan peserta lomba ranking 1 tetap di Hall Singosari. Pada seleksi pertama cerdas cermat, kami diberi waktu 60 menit untuk mengerjakan 60 soal pilihan ganda . Materi yang diujikan adalah tentang kebanksentralan, ciri-ciri uang rupiah, akuntansi dasar, bank syariah, dan ekonomi makro. Kami dapat menyelesaikan soal tersebut sebelum waktu berakhir. Namun, kami ragu dengan jawaban kami. Kami bertiga merasa bahwa kami tidak mungkin bisa lolos ke tahap selanjutnya.

Setelah selesai mengerjakan soal, kami kembali ke Hall Singosari. Sambil menunggu hasil test pertama, kami menerima ceramah mengenai ciri – ciri keaslian rupiah diikuti berbagai games kecil. Saat diumumkan kelompok yang masuk ke babak semifinal, kami kaget karena sekolah kami tertulis di layar. Itu artinya kami masih punya harapan untuk meraih juara. Kami kemudian mengambil nomor undian untuk menentukan giliran. Pada babak ini, 12 tim akan dibagi menjadi 3 kloter. Empat orang tim yang mendapat angka 1 akan bertanding lebih dulu. Poin yang paling tinggi dari masing – masing kloter akan maju ke babak final untuk memperebutkan juara 1, 2, dan 3. Kebetulan kami mendapat giliran ke-2 sehingga kami masih punya waktu untuk mempersiapkan diri dan mental.

Saat tiba giliran, kami agak gugup dan tegang di atas panggung. Namun berkat penyertaan Tuhan, kami mendapat poin tertinggi untuk tim kloter ke 2. Itu artinya kami masuk final. Pada waktu final, kami berusaha optimal untuk menjawab pertanyaan yang diberikan. Namun lawan-lawan kami lebih cakap dalam menjawab pertanyaan. Kami berhasil membawa pulang piala juara 3.Kami tetap bersyukur pada Tuhan karena apa yang kami capai lebih dari apa yang kami perkirakan sebelumnya. Semua yang kami dapatkan karena berkat penyertaanTuhan. (Gabriella Ismanto/XII IPS 1)

SMATRAGA Voice

PADUAN SUARA 01

SMA Kristen Petra 3 memiliki kelompok paduan suara sekolah. Paduan suara tersebut bernama SMATRAGA VOICE, terdiri dari 38 siswa siswi pilihan. Mereka adalah siswa siswi yang memiliki minat dan bakat di bidang tarik suara.

Dalam rangka mengasah kemampuan para siswa dan memperkenalkan SMATRAGA Voice di tengah-tengah komunitas paduan suara pelajar di Surabaya, pada tanggal 03 Agustus 2019 SMATRAGA Voice mengikuti lomba Dispora Tunas Petra Cup, bersaing dengan sekolah-sekolah lain seperti SMA 15 Surabaya dan SMA Kristen Petra 2 Surabaya. Untuk menyiapkan lomba tersebut, kami anggota SMATRAGA Voice berlatih dengan tekun, bahkan hampir setiap hari berlatih di sekolah. Kami rela mengorbankan hari libur untuk berlatih menyongsong lomba tersebut. Pelatih kami yang bernama Pak Rony, sangat disiplin dalam melatih kami. Pak Rony tidak suka apabila kami tidak fokus pada saat latihan, beliau menginginkan hasil yang terbaik dari SMATRAGA Voice. Kami berlatih dua lagu yaitu Tekad sebagai lagu wajib dan Janger sebagai lagu pilihan. Kami juga belajar koreografi untuk lagu Janger dan diajarkan oleh guru kami yaitu Bu Sheila dan Bu Lusia. Kami juga mengenakan kostum layaknya orang Bali.

PADUAN SUARA 02

Pada minggu-minggu mendekati hari lomba, kami sangat gugup, terkadang latihan menjadi tidak optimal, tempo menjadi berantakan, kurang fokus, dan sering kali kami lupa dengan lirik yang akan kami nyanyikan. Namun kami tetap berusaha sebaik mungkin dan berdoa mohon hikmat Tuhan agar bisa menaklukkan rasa gugup dan menampilkan yang terbaik dalam perlombaan tersebut. Puji Tuhan pada saat bertanding, kami dapat memberikan penampilan optimal. Tempo suara dapat tertata dengan rapi. Kami juga dapat fokus melihat arahan Pak Rony sebagai Conductor.

PADUAN SUARA 03

Lombapun usai. Akhirnya kami semua dapat bernapas lega, ini semua karena berkat kasih karunia Tuhan. Pada saat pengumuman juara, SMATRAGA Voice disebut sebagai peraih Diploma Perak Kategori SMA/Mixed Youth Choir dengan total nilai 79,25. Kami senang bisa mencapai prestasi yang begitu membanggakan. Semua lelah yang kami rasakan terbayarkan. Kami ingin mengucapkan terima kasih kepada Pak Rony yang telah sabar melatih SMATRAGA Voice, guru-guru yang membantu, orang tua dan teman-teman yang mendukung. Kiranya prestasi yang ditorehkan SMATRAGA Voice dalam Lomba Paduan Suara Dispora Tunas Petra Cup dapat membawa harum nama SMA Kristen Petra 3 Surabaya dan terlebih memuliakan nama Tuhan.  Tetap semangat untuk anggota SMATRAGA Voice. Bersama Tuhan kita bisa.

 

(oleh : Aurelia Gunawan/XI IPS 2)

Miracle Day in My life

Gbr 1

Puji Tuhan... hanya karena kasih dan anugerah-Nya, saya bisa lolos Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN). Awalnya saya tidak mengetahui adanya jalur SNMPTN dan tidak tertarik untuk masuk ke Perguruan Tinggi Negeri (PTN). Lagi pula, saya juga sudah diterima di Perguruan Tinggi Swasta (PTS) tanpa membayar uang sumbangan. Saat itu, ada teman saya yang tertarik masuk ke PTN. Dia mengatakan bahwa kuliah di PTN itu lebih murah dan lebih bergengsi. Setelah itu, saya mencoba mencari informasi tentang PTN yang sesuai dengan jurusan yang saya sukai, yaitu Desain Interior, meski hal itu bisa dibilang ‘sangat terlambat’ untuk dilakukan.

Saya menyukai desain interior, karena sejak kecil saya senang menggambar serta tertarik pada furniture dan bangun ruang, sampai-sampai saya sering mengabadikan foto ruangan atau bangun datar yang unik di mana pun saya pergi. Ada satu pepatah the E.ART.H without ART is just EH, artinya seni adalah bagian dari dunia sehingga dunia ini akan lengkap dan indah bila seni itu menghiasi dunia. Orang tua dan guru juga sangat mendukung saya untuk mengasah dan mengembangkan kemampuan saya di bidang seni sehingga dapat optimal. Akhirnya, saya tertarik untuk mengikuti SNMPTN dengan menyerahkan nilai rapor semester I sampai semester V.

Saya juga mendapat informasi bahwa SNMPTN tidak bisa diharapkan 100% karena jalur tersebut hanya faktor ‘keberuntungan’ dan merupakan jalur undangan yang begitu diperebutkan oleh seluruh siswa SMA kelas XII di seluruh Indonesia yang ingin masuk ke PTN tanpa tes. Apalagi untuk jurusan desain, harus ada pengumpulan hasil karya buatan saya sendiri. Saya berpikir bahwa hasil karya itu bebas dengan catatan hasil karya itu merupakan hasil karya saya sendiri. Saya tidak terlalu pusing dan agak meremehkan persyaratan pengumpulan hasil karya itu. Setelah saya iseng membuka website SNMPTN, saya terkejut karena hasil karya yang harus dikumpulkan terdiri atas empat karya, di antaranya dua hasil karya bebas, dan dua lainnya merupakan tes gambar dengan diberi soal oleh pihak pelaksana SNMPTN. Hal ini membuat saya sangat ketakutan mengingat batas waktu pengumpulan tidak lebih dari lima hari, dan saya juga masih harus mengikuti ulangan-ulangan serta pelayanan di gereja, sehingga pikiran saya menjadi terpecah. Saya sempat menyerah dan menangis karena merasa tertekan dengan keadaan. Akan tetapi, mama saya mencoba untuk menguatkan dan mendorong saya untuk tetap maju mengikuti SNMPTN, dan meminta agar saya dapat mengatur waktu sehingga semuanya bisa dilewati dengan baik tanpa mengurangi tugas dan kewajiban saya.

Mulailah saya membaca soal tes yang harus dideskripsikan lewat menggambar. Menurut saya, tesnya sangat susah sehingga saya mengerjakannya dengan berlinang air mata dan sempat merasa putus asa. Akan tetapi, ada ayat Alkitab yang menguatkan saya dalam Yesaya 41:13, “Sebab Aku ini, TUHAN, Allahmu, memegang tangan kananmu dan berkata kepadamu: “Janganlah takut, Akulah yang menolong engkau.”” Melalui ayat itu, saya dikuatkan dan mulai bangkit serta menyerahkan semua kepada Tuhan Yesus, bahwa apa pun yang terjadi akan saya lakukan hanya dari dan untuk Tuhan. Akhirnya... saya berhasil menyelesaikan dua soal menggambar meski saya kurang puas dengan hasilnya. Saya hanya dapat berdoa untuk hasil karya saya tersebut sebelum saya upload ke website SNMPTN. Lega hati saya karena semua sudah beres.

Sesudah itu, saya fokus mengikuti USBN dan UNBK tanpa memikirkan hasil SNMPTN. Menjelang berakhirnya USBN, saya memberanikan diri untuk membuka pengumuman SNMPTN. Segala kemuliaan bagi nama Tuhan Yesus, saya dinyatakan lolos SNMPTN jurusan Desain Interior di Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) yang merupakan peringkat ke-7 PTN terbaik di Indonesia. Saya sangat senang dan bersyukur kepada Tuhan karena hasil kerja keras saya membuahkan hasil. Hal ini sangat membanggakan orang tua dan para guru serta teman-teman yang mendukung saya. Biarlah semuanya hanya dari Tuhan dan akan kembali kepada Tuhan. Perjalanan saya masih sangat panjang dan tidak akan berhenti sampai di sini saja. Ke depan, ada banyak hal yang harus saya hadapi. Sesulit dan semustahil apa pun itu, saya hanya bisa percaya bahwa Tuhan itu pasti menolong dan memegang tangan saya sampai selama-lamanya asalkan saya mau percaya kepada Tuhan. God bless you.

oleh: Eleazer Nicholas
SMA Kristen Petra 3

Usaha yang Membuahkan Hasil

VOKAL-GRUP-1

Dalam Petra Easter Festival 2019 yang memperlombakan kategori vocal group pada tanggal 10 Maret 2019, SMA Kristen Petra 3 turut berpartisipasi dengan mengirimkan perwakilannya. Sebuah pengalaman pertama bagiku mengikuti lomba tersebut. Awal mula perjalananku bersama teman-teman ini dimulai dari seleksi oleh pihak sekolah, sebelum terbentuk sebuah kelompok vocal group. Aku bersyukur lolos seleksi dan masuk di kelompok pertama. Bersama teman-teman lain yang terpilih, kami melakukan latihan 2-3 kali dalam seminggu bersama pelatih kami.

VOKAL-GRUP-2

boost the values reap the success