SMATRAGA Entrepreneurship Rally Games 2019
SMATRAGA VOICE
| |

Miracle Day in My life

Gbr 1

Puji Tuhan... hanya karena kasih dan anugerah-Nya, saya bisa lolos Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN). Awalnya saya tidak mengetahui adanya jalur SNMPTN dan tidak tertarik untuk masuk ke Perguruan Tinggi Negeri (PTN). Lagi pula, saya juga sudah diterima di Perguruan Tinggi Swasta (PTS) tanpa membayar uang sumbangan. Saat itu, ada teman saya yang tertarik masuk ke PTN. Dia mengatakan bahwa kuliah di PTN itu lebih murah dan lebih bergengsi. Setelah itu, saya mencoba mencari informasi tentang PTN yang sesuai dengan jurusan yang saya sukai, yaitu Desain Interior, meski hal itu bisa dibilang ‘sangat terlambat’ untuk dilakukan.

Saya menyukai desain interior, karena sejak kecil saya senang menggambar serta tertarik pada furniture dan bangun ruang, sampai-sampai saya sering mengabadikan foto ruangan atau bangun datar yang unik di mana pun saya pergi. Ada satu pepatah the E.ART.H without ART is just EH, artinya seni adalah bagian dari dunia sehingga dunia ini akan lengkap dan indah bila seni itu menghiasi dunia. Orang tua dan guru juga sangat mendukung saya untuk mengasah dan mengembangkan kemampuan saya di bidang seni sehingga dapat optimal. Akhirnya, saya tertarik untuk mengikuti SNMPTN dengan menyerahkan nilai rapor semester I sampai semester V.

Saya juga mendapat informasi bahwa SNMPTN tidak bisa diharapkan 100% karena jalur tersebut hanya faktor ‘keberuntungan’ dan merupakan jalur undangan yang begitu diperebutkan oleh seluruh siswa SMA kelas XII di seluruh Indonesia yang ingin masuk ke PTN tanpa tes. Apalagi untuk jurusan desain, harus ada pengumpulan hasil karya buatan saya sendiri. Saya berpikir bahwa hasil karya itu bebas dengan catatan hasil karya itu merupakan hasil karya saya sendiri. Saya tidak terlalu pusing dan agak meremehkan persyaratan pengumpulan hasil karya itu. Setelah saya iseng membuka website SNMPTN, saya terkejut karena hasil karya yang harus dikumpulkan terdiri atas empat karya, di antaranya dua hasil karya bebas, dan dua lainnya merupakan tes gambar dengan diberi soal oleh pihak pelaksana SNMPTN. Hal ini membuat saya sangat ketakutan mengingat batas waktu pengumpulan tidak lebih dari lima hari, dan saya juga masih harus mengikuti ulangan-ulangan serta pelayanan di gereja, sehingga pikiran saya menjadi terpecah. Saya sempat menyerah dan menangis karena merasa tertekan dengan keadaan. Akan tetapi, mama saya mencoba untuk menguatkan dan mendorong saya untuk tetap maju mengikuti SNMPTN, dan meminta agar saya dapat mengatur waktu sehingga semuanya bisa dilewati dengan baik tanpa mengurangi tugas dan kewajiban saya.

Mulailah saya membaca soal tes yang harus dideskripsikan lewat menggambar. Menurut saya, tesnya sangat susah sehingga saya mengerjakannya dengan berlinang air mata dan sempat merasa putus asa. Akan tetapi, ada ayat Alkitab yang menguatkan saya dalam Yesaya 41:13, “Sebab Aku ini, TUHAN, Allahmu, memegang tangan kananmu dan berkata kepadamu: “Janganlah takut, Akulah yang menolong engkau.”” Melalui ayat itu, saya dikuatkan dan mulai bangkit serta menyerahkan semua kepada Tuhan Yesus, bahwa apa pun yang terjadi akan saya lakukan hanya dari dan untuk Tuhan. Akhirnya... saya berhasil menyelesaikan dua soal menggambar meski saya kurang puas dengan hasilnya. Saya hanya dapat berdoa untuk hasil karya saya tersebut sebelum saya upload ke website SNMPTN. Lega hati saya karena semua sudah beres.

Sesudah itu, saya fokus mengikuti USBN dan UNBK tanpa memikirkan hasil SNMPTN. Menjelang berakhirnya USBN, saya memberanikan diri untuk membuka pengumuman SNMPTN. Segala kemuliaan bagi nama Tuhan Yesus, saya dinyatakan lolos SNMPTN jurusan Desain Interior di Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) yang merupakan peringkat ke-7 PTN terbaik di Indonesia. Saya sangat senang dan bersyukur kepada Tuhan karena hasil kerja keras saya membuahkan hasil. Hal ini sangat membanggakan orang tua dan para guru serta teman-teman yang mendukung saya. Biarlah semuanya hanya dari Tuhan dan akan kembali kepada Tuhan. Perjalanan saya masih sangat panjang dan tidak akan berhenti sampai di sini saja. Ke depan, ada banyak hal yang harus saya hadapi. Sesulit dan semustahil apa pun itu, saya hanya bisa percaya bahwa Tuhan itu pasti menolong dan memegang tangan saya sampai selama-lamanya asalkan saya mau percaya kepada Tuhan. God bless you.

oleh: Eleazer Nicholas
SMA Kristen Petra 3

boost the values reap the success